Johnnydeppreads – Jika ada satu tempat yang benar-benar mencerminkan denyut kehidupan malam di Kota Makassar, maka jawabannya adalah Pantai Losari. Bukan sekadar ikon wisata, kawasan ini berubah menjadi pusat kuliner terbuka ketika matahari terbenam. Lampu-lampu kota menyala, angin laut berembus lembut, dan aroma makanan khas Makassar mulai memenuhi udara. Inilah momen terbaik untuk menikmati cita rasa autentik Sulawesi Selatan.
Pantai Losari sejak lama dikenal sebagai ruang publik favorit warga. Dahulu identik dengan warung tenda kaki lima yang berjajar, kini kawasan ini lebih tertata, namun semangat kuliner malamnya tetap hidup. Wisatawan bisa menemukan berbagai hidangan khas yang kaya rempah, berkuah gurih, hingga sajian laut segar yang menggugah selera.
Suasana Malam yang Menggoda Selera
Menjelang senja, langit Pantai Losari berubah jingga keemasan. Setelah matahari tenggelam, suasana justru semakin semarak. Banyak keluarga, pasangan muda, hingga rombongan wisatawan duduk santai di tepi pantai sambil menikmati jajanan.

Suara ombak berpadu dengan percakapan hangat dan bunyi wajan dari gerobak kuliner. Makan di sini bukan hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman: duduk di ruang terbuka dengan latar laut dan lampu kota yang berkilau.
Coto Makassar: Legenda yang Tak Pernah Sepi
Tak lengkap rasanya berbicara kuliner Makassar tanpa menyebut Coto Makassar. Hidangan berkuah kental berbahan dasar daging sapi dan jeroan ini dimasak dengan racikan lebih dari 40 jenis rempah. Kuahnya gurih, sedikit berminyak, namun kaya rasa.
Di sekitar Pantai Losari, banyak warung yang menyajikan coto hingga larut malam. Biasanya disajikan bersama ketupat atau burasa (nasi khas Bugis yang dibungkus daun pisang). Hangatnya kuah coto di tengah angin laut malam hari memberikan sensasi tersendiri.
Konro: Iga Sapi yang Menggugah Selera
Selain coto, Konro menjadi primadona lainnya. Hidangan iga sapi ini memiliki kuah berwarna gelap karena penggunaan kluwek, memberikan rasa khas yang dalam dan sedikit manis.
Beberapa tempat makan bahkan menyajikan Konro bakar, di mana iga dipanggang dengan baluran bumbu kacang khas. Dagingnya empuk dan mudah lepas dari tulang. Dipadukan dengan nasi hangat dan sambal, rasanya benar-benar memanjakan lidah.
Pallubasa: Saudara Dekat Coto dengan Karakter Berbeda
Sekilas mirip dengan coto, Pallubasa memiliki ciri khas tersendiri. Kuahnya lebih kental dan biasanya ditambahkan kelapa sangrai yang dihaluskan, menciptakan tekstur lebih pekat dan aroma lebih kuat.
Menikmati pallubasa di malam hari sambil duduk santai di sekitar Pantai Losari adalah pengalaman yang sulit dilupakan. Rasanya yang kaya membuat satu porsi sering terasa kurang.
Pisang Epe: Camilan Manis Ikonik Pantai Losari
Jika berbicara kuliner malam Pantai Losari, Pisang Epe adalah simbolnya. Pisang setengah matang dibakar, lalu ditekan hingga pipih dan disiram saus gula merah cair. Kini, variasinya semakin beragam: ada topping cokelat, keju, durian, hingga matcha.
Aroma pisang yang dipanggang di atas arang menjadi ciri khas kawasan ini. Rasanya manis legit dengan tekstur lembut dan sedikit karamel di bagian luar. Menikmati pisang epe sambil memandang laut malam hari adalah ritual wajib bagi banyak pengunjung.
Seafood Segar dari Laut Makassar
Sebagai kota pesisir, Makassar menawarkan hasil laut yang melimpah. Di sekitar Pantai Losari, banyak restoran dan tenda yang menyajikan ikan bakar, cumi, udang, hingga kepiting segar.
Ikan biasanya dibakar dengan bumbu khas Makassar yang kaya rempah dan sedikit pedas. Disajikan dengan sambal dabu-dabu atau sambal khas setempat, rasanya semakin nikmat. Makan seafood di ruang terbuka dengan suara ombak sebagai latar belakang menciptakan pengalaman makan yang berbeda dibanding restoran tertutup.
Sop Saudara dan Pallu Mara: Alternatif yang Tak Kalah Lezat
Selain hidangan populer, ada juga Sop Saudara, hidangan berkuah dengan potongan daging sapi, bihun, dan perkedel. Rasanya ringan namun tetap gurih. Pallu Mara, olahan ikan dengan kuah asam pedas berwarna kuning, juga menjadi pilihan menarik. Rasanya segar dan cocok dinikmati malam hari.
Minuman Hangat dan Es Segar Penutup Malam
Setelah puas menyantap hidangan berat, banyak pengunjung memilih minuman khas seperti sarabba. Minuman berbahan jahe, gula merah, dan santan ini cocok untuk menghangatkan tubuh di malam hari. Bagi yang ingin sensasi segar, tersedia juga es pisang ijo—hidangan penutup khas Makassar yang terdiri dari pisang berbalut adonan hijau, disajikan dengan saus santan dan sirup merah.
Harga Terjangkau dan Ramah Wisatawan
Salah satu kelebihan kuliner di sekitar Pantai Losari adalah harganya yang relatif terjangkau. Wisatawan bisa menikmati berbagai hidangan khas tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Selain itu, para pedagang umumnya ramah dan terbiasa melayani wisatawan dari berbagai daerah. Atmosfer hangat ini membuat pengunjung merasa nyaman.
Tips Menikmati Kuliner Malam di Pantai Losari
Agar pengalaman semakin menyenangkan, berikut beberapa tips:
- Datang menjelang magrib untuk menikmati sunset sebelum makan malam.
- Pilih tempat makan yang ramai pengunjung sebagai indikator kualitas dan kesegaran makanan.
- Jangan ragu bertanya soal tingkat kepedasan.
- Siapkan uang tunai secukupnya.
- Nikmati suasana, jangan terburu-buru.
Lebih dari Sekadar Makan
Menikmati kuliner di Pantai Losari bukan hanya soal mencicipi makanan, tetapi juga menyelami budaya. Setiap hidangan memiliki cerita, dari pengaruh Bugis-Makassar hingga tradisi maritim yang kuat. Pantai Losari menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan modernitas. Di satu sisi, Anda bisa menemukan resep turun-temurun yang tetap dipertahankan. Di sisi lain, ada inovasi rasa yang mengikuti tren masa kini.
Malam hari di Pantai Losari adalah perpaduan sempurna antara panorama laut dan kekayaan kuliner. Dari Coto Makassar yang legendaris hingga Pisang Epe yang manis menggoda, setiap sajian menghadirkan rasa khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
Bagi siapa pun yang berkunjung ke Makassar, menikmati kuliner malam di sekitar Pantai Losari bukan sekadar pilihan—melainkan pengalaman wajib. Di sinilah cita rasa, suasana, dan keramahan lokal berpadu, menciptakan kenangan yang akan terus teringat bahkan setelah perjalanan usai.
Baca Juga : Pantai Diamond Nusa Penida, Keindahan Tersembunyi Bali dengan Tebing Ikonik dan Pasir Putih
