Di antara deretan pemandian air panas alami yang terkenal di Jepang, terdapat sebuah tempat yang memiliki daya tarik unik sekaligus sedikit misterius, yaitu Chinoike Jigoku atau yang dikenal dengan sebutan “Blood Pond Hell”. Lokasinya berada di kawasan Beppu, salah satu kota dengan aktivitas geothermal paling aktif di dunia. Beppu
Berbeda dari onsen biasa yang menampilkan air jernih dan menenangkan, Chinoike Jigoku justru menampilkan kolam air panas berwarna merah menyala seperti darah. Fenomena inilah yang membuatnya menjadi salah satu destinasi wisata alam paling ikonik di Jepang.
Asal Usul Nama “Blood Pond Hell”
Nama “Chinoike Jigoku” secara harfiah berarti “Kolam Darah Neraka”. Kata jigoku atau “neraka” digunakan di Beppu untuk menggambarkan sumber air panas ekstrem yang terlalu panas untuk mandi, hanya bisa dilihat sebagai objek wisata.
Warna merah yang muncul pada kolam ini bukan hasil rekayasa manusia, melainkan fenomena alam. Airnya mengandung zat besi dan mineral tanah liat merah (iron oxide) dalam jumlah tinggi, yang membuatnya tampak seperti cairan darah saat terkena cahaya matahari.
Sejak zaman kuno, masyarakat Jepang menganggap tempat ini menyerupai “neraka dunia bawah” karena warna dan suhu ekstremnya yang bisa mencapai hampir 78–100°C di beberapa titik sumber.
Proses Geologis di Balik Warna Merah
Fenomena unik Chinoike Jigoku terjadi karena aktivitas vulkanik di bawah permukaan tanah Beppu. Kota ini berada di wilayah cincin api Pasifik, di mana pergerakan lempeng bumi sering menyebabkan munculnya sumber panas bumi.Beberapa faktor utama yang menciptakan warna merah pada kolam ini antara lain:
- Kandungan Besi Tinggi Air panas yang keluar dari bawah tanah membawa mineral besi yang kemudian teroksidasi saat terkena udara.
- Tanah Liat Merah Alami Partikel tanah liat bercampur dengan air, menciptakan warna merah pekat yang khas.
- Tekanan Geotermal Tinggi Aktivitas magma di bawah tanah meningkatkan suhu air secara ekstrem.
Kombinasi faktor ini menciptakan efek visual yang sangat jarang ditemukan di tempat lain di dunia.
Sejarah Chinoike Jigoku
Chinoike Jigoku telah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Pada masa lalu, masyarakat lokal menganggap tempat ini sebagai area yang berbahaya dan “terkutuk” karena suhu airnya yang sangat panas serta warna merah yang menyeramkan.
Namun seiring waktu, tempat ini mulai dikembangkan sebagai bagian dari kawasan wisata “Beppu Hells” (Jigoku Meguri), yaitu rangkaian beberapa sumber air panas unik yang hanya bisa dinikmati sebagai objek wisata, bukan untuk berendam.
Kini, Chinoike Jigoku menjadi salah satu destinasi utama wisatawan yang datang ke Beppu, baik dari dalam maupun luar Jepang.
Daya Tarik Wisata yang Unik
Chinoike Jigoku menawarkan pengalaman visual yang tidak biasa. Airnya yang berwarna merah menyala kontras dengan lingkungan hijau di sekitarnya, menciptakan pemandangan yang dramatis dan fotogenik. Beberapa daya tarik utama tempat ini antara lain: Kolam Air Panas Merah yang Ikoni Kolam utama menjadi pusat perhatian.
Warna merahnya bisa berubah intensitas tergantung cahaya matahari dan kondisi cuaca. Uap Panas yang Mistis Uap putih yang keluar dari permukaan air menciptakan suasana seperti dunia lain, sering disebut mirip “gerbang menuju neraka” dalam budaya lokal. Taman dan Area Wisata Di sekitar kolam terdapat taman kecil dengan jalur pejalan kaki, toko suvenir, serta area edukasi tentang geologi panas bumi.
Produk Tradisional Pengunjung dapat menemukan produk lokal seperti krim berbahan mineral panas bumi, makanan ringan khas, hingga telur rebus onsen di area sekitar Beppu.
Nilai Budaya dan Simbolisme
Dalam budaya Jepang, fenomena alam seperti Chinoike Jigoku sering dikaitkan dengan konsep spiritual dan mitologi. Warna merah yang menyerupai darah dianggap sebagai simbol kekuatan alam yang tidak bisa dikendalikan manusia.
Selain itu, konsep “jigoku” di Beppu menggambarkan sisi ekstrem dari alam—bukan hanya keindahan, tetapi juga kekuatan destruktif bumi. Hal ini menjadi pengingat bahwa Jepang berada di wilayah vulkanik aktif. Perbedaan dengan Onsen Biasa
Penting untuk dipahami bahwa Chinoike Jigoku bukanlah tempat untuk mandi atau berendam. Suhunya terlalu panas dan kandungan mineralnya terlalu kuat untuk tubuh manusia. Berbeda dengan onsen tradisional yang digunakan untuk relaksasi, Chinoike Jigoku murni merupakan objek wisata alam. Perbedaan utamanya:
- Onsen biasa: air jernih, bisa untuk mandi
- Chinoike Jigoku: air merah ekstrem, hanya untuk dilihat
Daya Tarik Fotografi dan Wisata Modern
Di era media sosial, Chinoike Jigoku menjadi salah satu spot fotografi paling populer di Jepang. Warna merah alami yang kontras membuat foto terlihat dramatis tanpa perlu filter berlebihan. Banyak wisatawan mengunjungi tempat ini untuk mendapatkan pengalaman visual yang unik sekaligus dokumentasi perjalanan yang berbeda dari destinasi wisata biasa. Akses dan Lokasi
Chinoike Jigoku terletak di kawasan Beppu, Prefektur Ōita. Dari pusat kota Beppu, lokasi ini dapat dijangkau dengan bus wisata atau kendaraan pribadi dalam waktu sekitar 15–20 menit. Biasanya wisatawan mengunjungi Chinoike Jigoku sebagai bagian dari paket tur “Beppu Hell Tour” yang mencakup beberapa lokasi geothermal lainnya.
Baca Juga : Itinerary 1 Hari Liburan ke Pemandian Air Panas Zhiben (Jhihben) Taitung
