Johnnydeppreads.com – Indonesia sangat layak dinobatkan sebagai negara kepulauan dengan pesonanya yang sangat memikat. Baik pulau besar maupun pulau eksotis berukuran kecil, semuanya hadir dengan ragam daya pikat yang berbeda dan tentunya menjadi ciri khas tersendiri bagi sektor wisata lokal. Pulau eksotis biasanya masih dihuni oleh masyarakat adat yang sudah menetap di sana sejak zaman nenek moyangnya, serta dikelilingi oleh panorama alam yang sangat memikat. Mengunjungi sebuah pulau eksotis yang berada di tengah lautan yang biru, dan rimbunnya hutan di pulau eksotis akan menambah sensasi petualanganmu menjadi lebih seru.
Rekomendasi 4 Pulau Eksotis yang Belum Banyak Dieksplorasi
Pernahkah kamu memikirkan bahwa sesuatu yang cantik pasti jarang sekali diketahui oleh orang lain? Begitulah sekiranya beberapapulau eksotis ini, dengan sejuta pesonanya yang menawan, tetapi sayangnya belum banyak orang yang mengetahuinya. Berikut ini rekomendasi 4 pulau eksotis yang belum banyak dieksplorasi:
Pulau Saumlaki
Keindahan Pulau Saumlaki berada di Maluku. Pulau ini sangat terkenal dengan pasir pantainya yang putih dan air laut yang sangat jernih serta tenang. Pulau Saumlaki memiliki panorama taman laut yang sangat menawan, serta terdapat gunung api yang menjadi tujuan utama yang sangat diminati oleh para pendaki. Kunjungilah Desa Saumlaki untuk bisa mempelajari ragam budayanya, di desa ini terdapat masyarakat Suku Aborigin dan Suku Tanimbar. Melalui masyarakat Desa Saumlaki, kamu bisa berpartisipasi dalam tradisi lokal, festival budaya, dan mencicipi kuliner khas Desa Saumlaki.
Pulau Berhala
Pulau Berhala dahulu sempat jadi pulau sengketa antara Jambi dengan Kepulauan Riau, namun kini berada di wilayah Kepulauan Riau. Saat pertama kali menginjakan kaki di Pulau Berhala, kamu akan melewati gapura Kampung Laut. Pulau Berhala cukup terpencil dan nyaris ada di batas terluar Indonesia, sehingga pulau ini juga dijaga oleh anggota TNI. Terdapat spot menarik di Pulau Berhala, seperti beberapa pantai eksotis dengan pasir putihnya yang halus, laut yang biru kehijauan, gugusan bebatuan karang, hutan bakau, Pusat Penangkaran Penyu, dan beragam satwa liar yang berkeliaran di pulau ini. Terdapat spot wisata sejarah, seperti Makam Datuk Paduko Berhalo.
Pulau Rondo
Keindahan pulau Rondo menjadi pulau terluar Indonesia yang berada di wilayah Aceh, pulau ini juga menjadi titik 0 KM Indonesia ditandai dengan adanya tugu 0 KM di ujung bagian ujung Pulau Rondo. Pulau ini seperti surga kecil di tengah gemuruhnya ombak di lautan yang biru, dengan bebatuan karang yang mengelilingi Pulau Rondo, serta hanya hutan hijau saja sejauh mata memandang. Pulau Rondo tidak dihuni oleh masyarakat, melainkan dihuni oleh anggota TNI saja yang menjaga pos perbatasan. Walaupun tempat ini hanya dihuni oleh anggota TNI, kita tetap boleh berwisata ke sana dengan menempuh perjalanan yang sangat menantang dan melelahkan dari pulau terdekat di Pulau Sabang.
Pulau Marore
Keindahan Pulau Marore berada di Sulawesi Utara dan berbatasan langsung dengan Filipina. Pulau Marore yang hanya berjarak 70 KM dengan negara Filipina, menciptakan sejarah hubungan kekerabatan sangat dekat. Sejak dahulu sudah terjadi perkawinan dan akulturasi budaya Indonesia dengan Filipina. Sehingga bahasa yang digunakan di sini pun dari Bahasa Tagalog, Bahasa Indonesia, hingga bahasa lokal Sangihe. Pulau Marore memiliki pantai berpasir putih dengan bebatuan karang yang tersebar secara acak. Serta spot spot menyelam dengan pemandangan laut yang sangat cantik, seperti spot ikan hiu, spot lumba lumba, dan spot terumbu karang. Uniknya, Pulau Marore belum memiliki sektor pariwisata yang memadai sehingga para wisatawan yang berkunjung akan menginap di rumah masyarakat lokal.
Rekomendasi Aktivitas Seru di Pulau Eksotis yang Tersembunyi
Setiap tempat wisata tentunya menawarkan jenis petualangan yang berbeda beda, tergantung keadaan dan budaya yang ada di tempat tersebut. Begitupun dengan pulau eksotis, setiap pulau eksotis dihuni oleh masyarakat adat yang berbeda beda, tentunya budaya yang mereka miliki juga berbeda. Berikut ini aktivitas seru yang bisa kamu coba di pulau eksotis yang tersembunyi:
Mengunjungi Desa Saumlaki
Selain berenang atau memancing, kamu perlu mencoba mempelajari budaya lokal di Pulau Saumlaki dengan mengunjungi Desa Saumlaki. Di desa intim setiap gadis harus sudah bisa menenun sejak usia remaja, sebagai bekal dan persiapan mereka untuk menikah. Sedangkan untuk para prianya harus pandai memahat kayu sebagai warisan leluhur. Jika kamu mengunjungi Desa Saumlaki, maka kamu bisa ikut mempelajari bagaimana cara menenun ataupun cara memahat yang benar langsung dari para ahlinya. Selain itu, ada kuliner khas yaitu tradisi bakar batu, dengan cara menaruh umbi umbian yang telah dipanen ke atas bebatuan untuk di bakar. Umbi umbian ini juga akan dihidangkan bersama lauk khas lainnya, dan akan dinikmati bersama seluruh warga desa.
Mengunjungi Makam Datuk Paduko Berhalo
Makam Datuk Paduko Berhalo menjadi ikon Pulau Berhala, sekaligus Cagar Budaya. Melalui tempat ini, kamu bisa mempelajari sejarah awal penyebaran Islam di tanah Melayu Jambi melalui jalur perdagangan yang dibawa oleh Ahmad Barus II yang merupakan saudagar Turki. Gelar Datuk Paduko Berhalo diberikan kepada Ahmad Barus II setelah mempersunting Putri Selaras Pinang Masak, dan memiliki 4 anak. Di sekitar Makam Datuk Paduko Berhalo sudah banyak fasilitas penunjang agar para peziarah lebih mudah dan nyaman saat ziarah di makam.
Menjadi Petualang Sejati di Pulau Rondo
Sebagai pulau eksotis yang hanya dihuni oleh anggota TNI. Berwisata ke pulau rondo akan menjadi tantangan tersendiri bagi para pecinta alam liar. Keindahan lautan dan daratannya yang masih sangat asri, dihuni oleh ragam satwa liar, dan tidak ada penginapan seperti villa. Sehingga pulau ini tidak cocok untuk para survival pemula. Sebagai langkah awal untuk menikmati lautan dengan biota lautnya yang masih terjaga, kamu perlu sertifikat Master Scuba Diving. Karena dikhawatirkan para penyelam pemula tidak sanggup menakluki lautnya dan malah memicu kesalahan fatal.
Mengunjungi Pantai Mangindano
Pantai yang berlokasi di bagian utara pulau marore ini menjadi saksi sejarah tentang perebutan wilayah antara Indonesia dengan Filipina. Jika kamu mengunjungi pulau marore, masyarakat lokal pasti akan berbagi cerita sejarah pulau Marore. Dahulu pulau marore hanya pulau kosong tak berpenghuni, sampai suatu ketika para penduduk Pulau Matutuang dari Indonesia menginjakan kaki di pulau marore. Ternyata para pembajak dari Filipina berkelana hingga ke Pantai Mangindano, dan terjadilah pertempuran dengan masyarakat Marore. Kata “Marore” memiliki arti “Tak kenal lelah”, nama tersebut diambil dari kisah perjuangan hidup orang orang Matutuang yang pindah ke Pulau Marore dan memulai hidup baru, bahkan hingga harus melawan pembajak dari Filipina.
Baca Juga : Bikin Ngakak! Rangkaian Film Comedy Indonesia Terbaik yang Recommended